Active Learning

Pembelajaran aktif adalah “metode pembelajaran di mana siswa terlibat secara aktif atau berpengalaman dalam proses pembelajaran dan di mana ada berbagai tingkat pembelajaran aktif, tergantung pada keterlibatan siswa.” (Weltman, hal 8) Ini adalah model pengajaran yang memusatkan tanggung jawab belajar pada peserta didik.

Ini dipopulerkan pada tahun 1990an oleh penampilannya di laporan Asosiasi Studi untuk Pendidikan Tinggi (ASHE) (Bonwell & Eison 1991). Dalam laporan ini mereka membahas berbagai metodologi untuk mempromosikan “pembelajaran aktif”. Mereka mengutip literatur yang menunjukkan bahwa untuk belajar, siswa harus melakukan lebih dari sekedar mendengarkan: Mereka harus membaca, menulis, mendiskusikan, atau terlibat dalam menyelesaikan masalah. Ini berkaitan dengan tiga domain pembelajaran yang disebut pengetahuan, keterampilan dan sikap (KSA), dan taksonomi perilaku belajar ini dapat dianggap sebagai “tujuan proses pembelajaran” (Bloom, 1956). Secara khusus, siswa harus terlibat dalam tugas berpikir tingkat tinggi seperti analisis, sintesis, dan evaluasi. Pembelajaran langsung melibatkan siswa dalam dua aspek – melakukan sesuatu dan memikirkan hal-hal yang mereka lakukan (Bonwell dan Eison, 1991). L. Dee Fink menyarankan sebuah model untuk mengkonseptualisasikan proses belajar yang dapat membantu guru dalam mengidentifikasi bentuk pembelajaran aktif yang bermakna (dialog, pengamatan, tindakan). Ada beragam alternatif untuk istilah “pembelajaran aktif” seperti belajar melalui permainan, teknologi pembelajaran berbasis, pembelajaran berbasis aktivitas, kerja kelompok, metode proyek, dan sebagainya. Faktor mendasar di balik ini adalah beberapa kualitas dan karakteristik aktif pembelajaran yang signifikan.

Pembelajaran aktif adalah kebalikan dari pembelajaran pasif; Ini berpusat pada pelajar, tidak berpusat pada guru, dan membutuhkan lebih dari sekedar mendengarkan; Partisipasi aktif masing-masing dan setiap siswa merupakan aspek penting dalam pembelajaran aktif. Siswa harus melakukan sesuatu dan sekaligus memikirkan pekerjaan yang dilakukan dan tujuan di baliknya sehingga mereka dapat meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi. Banyak studi penelitian telah membuktikan bahwa pembelajaran aktif sebagai strategi telah meningkatkan tingkat pencapaian dan beberapa lainnya mengatakan bahwa penguasaan konten dimungkinkan melalui strategi pembelajaran aktif. Namun, beberapa siswa serta guru merasa sulit menyesuaikan diri dengan teknik belajar yang baru.

Pembelajaran aktif harus mengubah siswa dari pendengar pasif menjadi peserta aktif, membantu siswa memahami subjek melalui penyelidikan, pengumpulan dan analisis data untuk memecahkan masalah kognitif tingkat tinggi. Ada penggunaan literasi ilmiah dan kuantitatif secara intensif di seluruh kurikulum dan pembelajaran berbasis teknologi juga diminati karena perhatian terhadap pembelajaran aktif. [5] Barnes (1989) menyarankan prinsip-prinsip pembelajaran aktif:

 

Leave a Reply

Required fields are marked*